Showing posts with label Psychology. Show all posts
Showing posts with label Psychology. Show all posts
Bagi mereka yang memiliki rekan kerja licik seperti ini, waspadalah terhadap gerak geriknya. Jangan pernah melupakan atau menganggap remeh tindakan jahat yang dilakukannya. Orang-orang seperti ini sangat sulit berubah karena mereka sudah mengetahui bahwa aksi licik dan gaya menusuk dari belakang ini cukup efektif bagi karier mereka.

Tak jarang, mereka juga mengatakan atau mengirim pesan-pesan yang sifatnya mengancam, terutama jika seseorang sudah mengetahui aksi licik itu. Kata-kata ancaman ini, seperti “Hati-hati dengan ucapan kamu karena nanti saya bisa mempermalukan kamu di depan umum” atau “saya lebih pintar daripada mempermalukan kamu di depan umum” atau “saya lebih pintar daripada kamu, jadi sia-sia saja jika kamu ingin melawan saya”.

Atau mereka juga bisa mengatakan sesuatu yang sekilas sebagai nasihat bijak, tapi sebenarnya ada pesan jahat yang tersirat di balik kata-katanya. Misalnya kalimat, “Saya hanya ingin membantu kamu dan mengatakan dengan jujur apa saja kelemahanmu. Dengarkan nasihat saya kalau kamu ingin sukses bekerja di sini”. 

Strategi melawan. Tentu saja, selalu ada cara untuk menghadapi dan melawan para backstabbers. Untuk menaklukkan mereka, maka jadilah temannya dan teman kroni-kroninya. Semakin mereka menyukai Anda, maka ia tidak akan mengusik kenyamanan Anda. Tapi Anda juga harus tetap waspada. Jangan berbicara yang negatif tentang mereka. Jika mereka mengetahuinya, maka Anda akan dicap sebagai biang masalah. 

Jika orang-orang licik ini mengatakan bahwa ada orang yang tidak suka dengan Anda di kantor, maka tanyakan kepada orang tersebut secara langsung. Bukan mustahil, orang lciik ini juga mengatakan hal yang sama kepada orang yang Anda benci kepada Anda. Orang licik biasanya gemar mengadu domba, bukan?. Langsung mengklarifikasi adalah jalan terbaik karena kebohongan seperti ini bisa langsung terbongkar jika ada komunikasi yang baik di tempat kerja. 

Jika ternyata ia benar-benar ingin merusak karier Anda, jangan bertindak gegabah. Ambil langkah hati-hati. Lebih baik kumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu, siapkan saksi-saksi yang akan membantu Anda membongkar aksi liciknya.  

Namun, jika Anda ingin berbicara langsung dengannya, siapkan kata-katanya terlebih dahulu. Coba untuk fokus pada apa yang ingin Anda tanyakan kepadanya, bukan apa yang ingin Anda sampaikan. Misalnya saja, lebih baik Anda mengatakan, “saya ingin klarifikasi kejadian ini” daripada “kamu sudah memberi saya banyak masalah”. Penggunaan kalimat kedua hanya akan membuat backstabber lebih agresif lagi. Selain itu, berhati-hatilah jika ia memberikan jawaban atau berusaha mendebat Anda dengan kalimat yang akan membuat Anda frustasi, bingung, atau kecewa.

Bagaimana jika Anda dan backstabber harus tetap bekerja sama atau tetap berada dalam kantor yang sama? Maka saatnya memutuskan apakah Anda ingin tetap bekerja di tempat itu atau tidak. Jika Anda memutuskan untuk tetap tinggal, berarti Anda merasa bahwa situasi ini masih bisa Anda kendalikan. Beberapa kondisi bisa jadi memang hanya bersifat sementara. Jadi selama Anda fokus pada rencana dan tujuan Anda bekerja di tempat tersebut, Anda akan baik-baik saja.

Jika Anda ingin mengubah situasi ini, berarti Anda harus meluangkan waktu menganalisis apa yang Anda inginkan, baik dari diri Anda sendiri maupun dari orang tersebut. Jika Anda ingin membuatnya dipecat, berarti Anda harus memikirkan cara bagaimana melakukannya.

Jika Anda ingin melakukan konfrontasi dengannya secara langsung, lakukan kontak mata tanpa harus melakukan “tatapan menantang”. Jangan banyak berkedip atau mengalihkan kontak mata karena hal ini bisa menandakan kelemahan atau kegugupan Anda. Berdiri dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri.
Apa pun pilihannya, Anda punya hak penuh atas pilihan tersebut.

(source article: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120423063848AAewnrF)
Sering kali kita mengawali hari kerja dengan mengeluh dan tidak semangat untuk berangkat ke kantor. Terkadang banyak faktor yang membuat kita tidak semangat untuk berangkat kerja ke kantor. Semangat bekerja erat hubungannya dengan suasana hati kita. Jika kita berangkat dari rumah dengan suasana hati yang senang dan bahagia, maka saat kerja tentu kita masih akan sumringah sampai di kantor dan juga semangat untuk memulai pekerjaan kita di kantor. Mungkin di lingkungan tempat Anda bekerja ada rekan kerja Anda yang menyebalkan dan hanya bisa membuat Anda jengkel sepanjang hari.

Jika Anda mengawali hari Anda dengan senyuman, pastinya sepanjang hari bisa dilewati dengan lebih baik tanpa harus memperdulikan hal-hal yang membuat Anda jengkel tersebut. Mungkin Anda dapat melakukakan beberapa hal ini jika ingin tetap semangat bekerja setiap hari.

1. Pastikan waktu tidur Anda cukup dan tidak kurang dari 6 jam sehingga Anda tidak mengalami kelelahan yang dapat membuat semangat kerja Anda hilang. Karena jika Anda kurang tidur pada malam hari, maka keesokan harinya Anda akan merasa lelah dan tidak bersemangat dalam melakukan hal apa pun termasuk untuk berangkat bekerja.

2.Sebelum berangkat bekerja sempatkan diri untuk sarapan. Anda akan bertenaga untuk memulai hari yang baru, otomatis semangat kerja Anda pun akan bertambah karena kondisi fisik Anda telah memiliki energi yang cukup untuk memulai kegiatan.

3.Dalam bekerja memang ada kaitan khusus antara semangat kerja, prestasi kerja dan lingkungan kerja yang mendukung, Oleh karena itu buat diri Anda senyaman mungkin dengan lingkungan kerja termasuk dengan teman-teman kerja. Dengan adanya keakraban tersendiri dengan teman-teman kerja maka Anda akan merasa nyaman dan ada semangat tersendiri saat berada di tengah-tengah lingkungan kerja Anda.

4.Love your job. Yang paling penting dalam membuat anda semangat bekerja setiap hari adalah dengan cara menikmati pekerjaan Anda, buatlah diri Anda selalu melakukan pekerjaan itu dengan senang hati sekalipun berat, karena dengan begitu pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa lebih mudah dan anda tidak merasa lelah dalam melakukannya. Dengan tidak adanya rasa lelah tersebut maka otomatis semangat bekerja anda tidk akan pernah hilang.

5. Pertahankan kerja yang sehat / keseimbangan hidup. Mempertahankan kerja yang sehat / keseimbangan hidup adalah penting baik untuk tingkat motivasi umum Anda dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan. Luangkanlah waktu untuk mengerjakan kesukaan Anda misalnya berolahraga atau hobi Anda lainnya. Refreshing bisa membantu Anda mengembalikan semangat yang hilang karena stress pekerjaan.

(source image: google.com)
(source article: http://id.jobsdb.com/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/Tips%20karir,%20Tips%20Kerja?ID=433) 
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan Kita bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”.

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?. Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam. Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (cod oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran jika Sebagian besar dari musikus genius dunia berasal dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus dalam berpikir. Ini sangat penting!. Disamping itu menembak juga bagian dari persiapan untuk membela negara.   

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digembleng dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.

(source: http://curahankisah.blogspot.com/ )
7 Penyakit Mental Manusia

  1. Menyalahkan Orang Lain. Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa"penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
  2. Menyalahkan Diri Sendiri. Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bias mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
  3. Tidak Punya Gol atau Cita-Cita.  Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.
  4. Mempunyai Gol Tapi Ngawur Mencapainya. Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
  5. Mengambil Jalan Pintas. Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.
  6. Terlalu Santai. Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
  7. Mengabaikan Hal-Hal yang Kecil. Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan
    orang kecil.

    (source image: google.com)
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positifTapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.


  1. Melihat masalah sebagai tantangan. Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
  2. Menikmati hidupnya. Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
  3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide. Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
  4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak. Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
  5. Mensyukuri apa yang dimilikinya. Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
  6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu. Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
  7. Menggunakan bahasa positif. Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan, " dan "Dia memang berbakat."
  8. Menggunakan bahasa tubuh yang positif. Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
  9. Peduli pada citra diri. Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
(source image: google.com)

Thomas J. Watson
Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang.

Henry Ford
Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa.

Alexander Graham Bell
Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan.

Thomas Stanley
Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat.

Albert Einstein
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.

Peter F. Drucker
Cara terbaik meramalkan masa depan Anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri.

Peter F. Drucker
Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani.

(source image: google.com)
Menurut psikolog sifat iri hati bisa menyebabkan depresi, dendam, amarah, frustasi, rendah diri dan stres. Anda pun tidak bisa menikmati apa yang telah dimiliki. Lalu apa yang harus dilakukan ketika sifat iri menyelimuti diri Anda? 

Menerima kenyataan
Menyadari bahwa emosi yang Anda rasakan adalah iri hati dan segera mengatasinya. Yaitu dengan menerima kenyataan dan tidak menyalahkan diri sendiri. Ini bisa menjadi cara Anda bereaksi terhadap emosi.


Tahu Anda tidak sendirian
Anda menyadari bahwa seseorang yang membuat iri mungkin juga iri dengan sesuatu yang lain. Itulah kehidupan. Misalnya saja orang tersebut bisa saya iri pada orang lain karena menginginkan anak, liburan yang luar biasa, pasangan komunikatif dan lebih banyak uang di bank.


Ubah pola pikir
Daripada memikirkan hal negatif, ubah pola pikir dan kebiasaan Anda. Misalnya dengan membaca buku, menonton film dan berkumpul dengan teman-teman, memasak atau menari.


Selalu bersyukur
Tanya pada diri sendiri apa yang Anda miliki sementara orang lain mungkin tidak. Bisa dalam bentuk kesehatan, keluarga dekat, rumah yang indah, pasangan yang penuh kasih dan sekelompok teman setia. Ingatkan diri sendiri pada kenyataan dan selalu bersyukur atas semua yang Anda miliki.


Bertingkah positif
Biarkan diri Anda melihat semua kegembiraan dan kesenangan. Putar rasa iri hati menjadi bahagia. Perasaan dan tingkah laku positif diri Anda akan membuat orang lain di sekitar Anda merasa lebih baik dan bahagia.


(source: http://www.rimanews.com/)
(Source image: google.com)
Tidak seorangpun suka jika ada orang yang membicarakan hal-hal negatif mengenai dirinya. Tapi inilah kenyataan dunia yang kita hadapi. Dimanapun kita berada akan selalu menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu. Akan ada orang yang tidak puas dengan kebijakan yang kita buat di tempat kerja (kantor). Akan ada beberapa teman yang iri dengan keberhasilan kita, lalu mencari keburukan-keburukan kita dibelakang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan saudara atau anggora keluarga kita sendiri melakukannya.

Ingatlah, hal tersebut merupakan jebakan untuk menjatuhkan kita. Mereka yang melakukannya ingin menciptakan situasi kepahitan dan emosional. Memang tidak mudah, karena kita akan terpancing emosi, bereaksi, dan akhirnya berdosa.

Sangatlah penting menjaga diri kita, mengendalikan diri ketika berhadapan dengan orang-orang tersebut, orang-orang yang hendak menjatuhkan kita. Orang yang kita hadapi bisa saja rival, musuh, atau teman yang secara diam-diam bergunjing mengenai kita. Bisa jadi dia adalah atasan anda, yang tentu saja tidak menyenangkan.

Kita jangan terpancing untuk melakukan hal yang sama. Tidak membicarakan orang dibelakangnya atau bergunjing. Tidak membalas orang-orang yang berkata negatif tentang kita. Dan tentu saja tidak berekasi dengan emosi ketika mengalaminya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan? Doakan mereka yang menggunjing kita. Tentunya doa dalam arti kata positif. Dengan demikian setidaknya perasaan kita akan menjadi tenang. Selain itu, bersabar dan bersabar, selagi ini selalu dapat dilakukan. Karena percayalah, di dunia ini kita diciptakan sangat beragam, dengan beragam karakter. Berfikirlah bahwa orang lain mungkin butuh waktu untuk memahami kita, dan begitu juga kita sebaliknya.

Terakhir, bahwa kita orang beragama, punya Tuhan tempat mengadu. Alhamdulillah saya seorang muslim, dan yang terpenting apa yang saya lakukan mendapat ridho dari Allah swt, saya tidak peduli dengan omongan orang.

(source image: google.com)
  • Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih kesuksesan
  • Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi
  • Kebanggan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali ketika kita jatuh.
  • Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.
  • Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.
  • Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya.
  • Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa.

(source image: google.com)