Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts
Berikut tips untuk merawat Keyboard agar awet:
  1. Mengetiklah dengan lembut sebab keyboard komputer bukan mesin ketik.
  2. Gunakanlah Joystick saat bermain game, minimalkan penggunaan keyboard saat bermain game.
  3. Jauhkan benda cair yang mudah tumpah dari keyboard.
  4. Bersihkan 1 bulan sekali dengan mini vacum cleaner.
  5. Pakailah keyboard skin untuk keyboard netbook atau laptop Anda agar terhindar dari debu.
  6. Pastikan kabel keyboard tidak terjepit meja komputer jika Anda menggunakan PC.
(source image: google.com)
(source article: https://sites.google.com/site/serviskomputerjogja/tips-dan-trick-2/perawatan-pc/tips-merawat-keyboard) 

 
Mouse merupakan pheriperal paling rawan terhadap debu, terutama mouse yang masih menggunakan bola.
Mouse bersentuhan langsung dengan alas (mousepad) dimana alas tersebut merupakan sumber debu. Jika debu telah banyak menempel pada mouse maka gerakan bola tidak normal, dapat dilihat dari gerakan kursor yang meloncat-loncat atau terasa sangat lambat, hal ini akan membuat mouse sulit diarahkan. Gunakan lap dan pembersih kotoran atau debu yang menempel pada bola maupun poros pada mouse. Cairan pembersih digunakan jika kotoran atau debu yang menempel pada bola dan poros susah di hilangkan.


Selain itu pada mouse sering juga terjadi kerusakan dimana Mouse tidak terdeteksi oleh PC. Masalah yang sering terjadi pada mouse adalah mouse yang tidak dikenali oleh komputer. Pada saat proses booting komputer memunculkan pesan bahwa windows tidak mendeteksi adanya mouse yang terhubung dengan komputer. Analisis pertama sehubungan dengan pesan tersebut adalah tidak terhubung dengan baik. 

Cek komputer apakah kabel mouse telah terpasang dengan benar. jika perlu lepas dan pasangkan kembali mouse tersebut untuk meyakinkan koneksinya. pada saat melepas dan memasang mouse komputer dalam keadaan mati agar tidak terjadi konsleting. setelah itu hidupkan kembali komputer. apabila pesan kesalahan masih muncul, lakukan analisis selanjutnya.

Analisis kedua adalah kemungkinan rusaknya driver yang menghubungkan sistem dengan mouse. untuk itu perlu melakukan pendeteksian ulang driver secara otomatis dengan windows melalui device manager. 

Klik kanan My Computer pada dekstop windows kemudian pilih properties  > hardware > device manager , kemudian klik mouse tersebut dengan menggunakan keyboard dengan bantuan tombol tab. hapus drive mouse yang lama dengan menggunakan tombol remove. setelah itu restart ulang komputer. jika sambungan dan driver mouse sudah benar tetapi ternyata mouse tidak terdeteksi oleh windows, ada kemungkinan mouse rusak. atau kemudian coba dengan mouse yang lain, apakah terjadi hal yang sama. apabila masih tetap seperti itu, berarti port PS/2 nya yang rusak. 

Pointer mouse yang sering meloncat-loncat. Pada kondisi ini, kemungkinan yang paling benar disebabkan karena kotornya komponen bola mouse. karena banyak bersentuhan dengan mousepad yang tidak terlalu bersih. 

Buka penutup bola mouse dibagian bawah dengan memutarnya 90 derajat. keluarkan bola dan bersihkan dengan air hangat atau alkohol serta sikat dengan kuas lalu keringkan. didalam mouse dapat diamati adanya tiga buah roda, dua lebar dan satu yang kecil. kotoran yang menempel pada komponen tersebut perlu dibersihkan. demikian juga dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. lakukan pembersihan dengan hati-hati sehingga tidak merusak komponen-komponen di dalamnya.

(source: http://jhusmatulufliana.blogspot.com/2012/07/permasalahan-dan-perawatan-mouse-serta.html) 
Banyak hal yang menyebabkan LCD laptop tidak mau nampilkan gambar/gelap bergaris. Diantaranya:

  • Karena jatuh yang mengakibatkan kabel fleksibel atau jack pada inverter longgar.
  • Beberapa Komponen LCD terkena air, mungkin laptop terkena air minum pada saat bekerja menggunakan laptop.
  • Karena kerusakan komponen.
Indikator :

  • Layar gelap total
  • Indikator power nyala
  • Terdengar suara masuk windows (jika kondisi sound tidak mute dan volume maksimal)
  • Indikator HDD masih berkedip dinamis tidak stagnan atau stabil
  • Layar LCD digerak-gerakan kebelakang dan kedepan masih tetap gelap
Analisa :

  • Neon LCD mati 
  • Inverter rusak atau kabel output input putus/jack longgar
  • Kabel Fleksibel putus
  • LCD panel rusak
Tindakan :

  • Gunakan monitor eksternal untuk memastikan VGA atau mainboard tidak ada masalah. Kalau normal, ikuti langkah berikutnya.
  • Bongkar layar LCD, dengan membuka karet berbentuk bundar di sisi-sisi frame LCD.
  • Periksa kabel input output  inverter menggunakan Avometer, pastikan normal.
  • Periksa inverter apakah secara fisik masih normal atau ada bekas kebakar. Untuk memeriksa apakah inverter masih normal atau tidak gunakan inverter dengan spesifikasi yang sama atau lebih mudahnya memiliki susunan komponen yang sama. kalau LCD bisa nyala maka bisa dipastikan inverternya yang rusak.
  • Jika layar masih gelap, maka bisa dipastikan neon LCD mati. Dipasaran sangat sulit mencari neon LCD dijual, bahkan toko elektro terlengkappun kadang juga tidak menyediakan. Maka yang harus dilakukan adalah mencari LCD yang rusak untuk diambil neonnya. Posisi neon berada pada frame LCD, biasanya terdapat pada sisi samping layar LCD yang terbungkus oleh plat/frame LCD.
  • Kalau kabel inverter dan inverter normal, neon normal, maka bisa dipastikan LCD kamu harus diganti.
(source: http://www.suryanjawa.co.cc/)
Panduan Perawatan Battery Notebook adalah topik yang umum dibicarakan, dan banyak orang bertanya bagaimana merawat Baterai Laptop supaya lebih awet dan berumur panjang. Banyak informasi yang beredar dan banyak juga yang salah pengertian. Petunjuk sederhana dibawah ini akan membahas beberapa pertanyaan umum mengenai cara perawatan battery notebook / laptop.

Berapa lama baterai saya dapat bertahan?
Kemampuan battery notebook akan menurun seiring waktu apakah Anda menggunakannya atau tidak. Sekalipun industri battery Li-Ion tidak mempublikasikan kenyataan ini, jam battery Anda mulai bergerak pada saat dirakit. Elemen didalam battery akan bereaksi, dan lambat laun battery tersebut tidak akan mampu mensuplai power yang cukup untuk notebook Anda. Sebagai tambahan, battery Anda dirancang untuk bertahan antara 300-800 kali siklus charge/recharge. Dan secara bertahap akan berkurang kemampuannya untuk mensuplai daya ke notebook.

Secara umum, battery notebook akan bertahan antara satu hingga tiga tahun. Anda mungkin bisa memperlambat penurunan kemampuannya, tapi tidak bisa menghentikan prosesnya. Suhu baterai, cara dan frekuensi pemakaian notebook akan mempengaruhi panjang pendeknya usia baterai. Anda bisa memperlambat proses ini dengan merawatnya sesuai dengan beberapa petunjuk pemeliharaan. Ikuti Panduan Perawatan Baterai Notebook dibawah ini.

Suhu
Suhu rendah akan memperlambat proses discharge (kehilangan daya ketika dipakai tanpa dihubungkan ke power listrik) dan proses penuaan dari elemen didalam baterai. Sebaliknya, suhu tinggi akan memperpendek usia baterai. Membiarkan baterai Anda terpasang ketika terhubung dengan power listrik akan menyebabkan suhu didalam baterai meningkat. Melepas dan menyimpan baterai pada suhu dingin akan memperlambat proses penuaan. Membiarkan notebook pada lingkungan yang panas juga tidak baik untuk baterai.

Pemakaian
Baterai Lithium-Ion yang digunakan didalam notebook dirancang untuk dapat digunakan sekitar 300-800 kali siklus charge/discharge. Beberapa siklus ini sudah digunakan ketika Anda membiarkan baterai terpasang ketika notebook menggunakan daya power listrik. Pada saat terhubung dengan power listrik, notebook akan secara rutin melepaskan baterai ketika sudah mencapai level penge-charge-an tertentu (contoh: 95%). Melepaskan battery dan menyimpannya dalam tempat yang kering dan dingin akan melindungi beberapa siklus.

Kebiasaan pemakai
Battery Li-Ion tidak dipengaruhi oleh efek memori (baterai perlu dipakai sampai habis sama sekali sebelum diisi lagi untuk menghindari penurunan kapasitas) seperti baterai isi ulang model lama. Pengulangan siklus isi-pakai hingga habis akan meningkatkan hilangnya kapasitas per-siklus. Beberapa kali ‘isi-pakai sebagian’ lebih baik daripada satu kali ‘pakai habis’. Bagaimanapun, Anda juga harus mengkalibrasi baterai secara rutin.

Memperpanjang Usia Baterai
  • Kalibrasi baterai dengan ‘pakai habis’ setiap 30 kali pengisian untuk menjaga akurasi elemen didalam baterai. Pakai notebook Anda hingga baterai habis terpakai sebelum dicharge.
  • Jika Anda menyimpan baterai di lemari es, gunakan kantong plastik yang tertutup rapat untuk menghindari kelembaban. Biarkan baterai menghangat pada suhu ruangan sebelum dipakai atau menge-charge-nya. 
  • Panas adalah musuh Anda. Hindari untuk menaruh baterai Anda ditempat yang panas, seperti didalam mobil pada waktu siang hari
  • Pemakaian hingga habis tidak baik untuk baterai Li-Ion. Sebaiknya lakukan pengisian ulang ketika sudah mencapai level 10-20%.
  • Jika Anda akan menggunakan power listrik dalam jangka waktu yang lama, Anda bisa memperpanjang usia baterai dengan melepasnya dan menyimpannya dalam tempat penyimpanan
  • Jangan masukkan kedalam freezer hingga menjadi beku.
(source: various)
DVD room ku tiba-tiba bermasalah. Sempat pusing dibuatnya. Setelah browsing-browsing, dapat informasi berikut.

Ciri-ciri DVD Room / DVD-RW rusak atau bermasalah :
  • Tidak terdeteksi pada OS
  • Tidak mampu membaca kepingan DVD secara sempurna, atau not responding kalau terus dipaksakan
  • Putaran motor dinamo kencang tapi keping DVD tidak terbaca. inilah ciri-ciri optik melemah, sehingga motor dinamo kecepatannya dinaikkan untuk mengimbangi
  • Putaran motor dinamo tidak beraturan, kadang cepat, kadang lambat
  • Proses burning jadi lebih lama, dan kadang gagal di tengah jalan
  • Tiba-tiba DVD-room tidak bisa di-eject
Penyebab yang mungkin :
  • Sering digunakan untuk menonton film langsung dari DVD
  • Sering dipakai untuk burning CD / DVD
  • Kemungkinan korslet atau optik berjamur atau kotor karena debu
  • Kabel SATA atau power tidak tertancap dengan baik (di dalam) 
  • Sering dipaksa membaca keping DVD / CD yang sudah banyak goresan
Beberapa solusi :
  • Lepaskan perangkat DVD room-nya, lalu pasang lagi. Kemungkinan kabel kendor atau ada yang copot. Periksa penancap tegangan yang masuk ke DVD-room. Untuk ini butuh keahlian bongkar pasang hardware. 
  • Kalau setelah di pasang lagi, lalu di tes masih juga tidak mau membaca, kemungkinan masalah ada pada optik atau lainnya.
  • Head optik yang kotor bisa dibersihkan dengan cotton bud
  • Jika lampu led tidak menyala, kerusakan pada board controller
  • Periksa setting BIOS (standard setup), apakah primary atau secondary, ubah menjadi auto

Sudah lama kepikiran pengen beli HD-eksternal. Tapi belum jadi-jadi. Selama ini nyimpan data ya di HD bawaan. Atau paling mentok burn beberapa yang penting di DVD. Eh, kemaren DVD room gk bisa baca disc. Payah! Entah apa penyebabnya, masih belum terpecahkan. Trus tiba-tiba kepikiran pengen memantapkan untuk beli HD eksternal. Coba-coba googling cari info dulu sebelum beli, dapatlah info ini. 

Sejarah Hardisk
Harddisk diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1956. Harddisk pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. HDD berlabel RAMAC 305 ini mempunyai kapasitas 5 Mega Bits (MB) atau 5.000.000 bits. Artinya RAMAC 305 hanya bisa menyimpan 5 juta informasi. Pada tahun 2004, Toshiba company mengeluarkan hard disk drive berlabel HDD-0.85 inchi. Harddisk zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB. HDD yang berukuran kurang dari 1 inchi ini mempunyai kapasitas 4 Giga Bits (GB) atau 4 milyar bits, dan menjadi HDD terkecil di dunia.

Harddisk yang pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar Harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.



Kelebihan Hardisk Eksternal :
  • Kapasitas besar
  • Proses pembacaan cepat
  • Relative tahan lama
  • Storage yang cukup besar
  • Fleksibel
Kekurangan  Hardisk Eksternal :
  • Harga cukup mahal
  • Rawan terjadi bad sector
  • Bentuk fisik yang besar dan relative berat
  • Mudah rusak bila terkena benturan fisik
  • Motor listrik yang memiliki batasan usia tertentu
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih tempat peyimpanan :
  • Besar data dan jumlah peningkatan penyimpanan data
  • Kecepatan akses data
  • Pertimbangan diakses oleh server atau tidak
  • Uptime dan downtime
  • Harga
(source: https://indradermawan.wordpress.com/2011/10/08/hardisk-eksternal/)
(source image: google.com)