Anjing atau kucing kadang tiba-tiba bisa memuntahkan makanannya apabila tersedak dan kondisi seperti ini kadang membuat panik pemilik, padahal sebenernya tidak akan menimbulkan efek berbahaya kecuali bila sebagian makanan yang hampir dimuntahkan masuk ke saluran pernafasan hewan tersebut.

Kondisi muntah yang dimaksud disini adalah saat anjing atau kucing memuntahkan cairan bercampur makanan atau mungkin makanan selama beberapa kali dalam kurun waktu beberapa jam. Ada berbagai macam penyebab kondisi seperti ini, antara lain keracunan zat berbahaya seperti racun serangga atau tikus, infeksi virus atau bakteri, dan sakit lambung (gastritis) akut ataupun kronis.

Tentu saja apabila anjing atau kucing sudah muntah beberapa kali dalam kurun waktu tertentu, idealnya harus segera dibawa untuk diperiksa dan ditangani oleh dokter hewan, namun sering kali karena berbagai macam hal, maka anjing atau kucing tertunda untuk diobatkan.

Berikut pertolongan pertama yang dapat diberikan saat anjing atau kucing muntah:
  1. Jangan memberikan makanan padat apapun segera setelah hewan muntah, ini hanya akan membuat hewan muntah kembali. Tindakan memberikan cairan infus biasanya dilakukan oleh dokter hewan untuk mencegah dehidrasi. Selain itu juga akan diberikan obat untuk mencegah perih lambung.
  2. Jangan meletakan hewan di tempat dingin, letakkan di tempat yang hangat dan cukup udara.
  3. Apabila anjing atau kucing masih mengalami muntah 1x24 jam maka sebaiknya segera secepatnya dibawa ke dokter hewan.
Pada saat anjing atau kucing mengalami muntah yang terus menerus, hewan akan kehilangan banyak cairan atau dehidrasi, berikut cara mudah yang bisa dilakukan pemilik untuk melihat apakah hewan mengalami dehidrasi atau tidak:
  1. Buka kelopak mata bawah hewan, lihat warna lapisan di balik kelopak mata. Warna pada hewan normal adalah merah muda, apabila berwana pucat maka hewan mengalami dehidrasi.
  2. Tarik kulit di punggung hewan. Secara normal dalam waktu 1 atau 2 detik kulit yang ditarik akan kembali ke posisi semula alias elastic, namun apabila kulit yang ditarik lama kembali ke posisi semula maka anjing atau kucing mengalami dehidrasi.
(source image: google.com)

Comments (0)